Belakangan ini marak kasus bullying atau perundungan di kalangan pelajar dan remaja. Dalam Islam, bullying merupakan perbuatan zolim yang dilarang. Hal itu dapat diketahui dalam beberapa hadis Rasulullah ﷺ yang berkaitan erat dengan persaudaraan muslim.
“Seorang Muslim adalah saudara dari sesama Muslim, jadi dia tidak boleh menindasnya, atau mengecewakannya. Barangsiapa yang memenuhi kebutuhan saudaranya, maka Allah akan memenuhi kebutuhannya. Barangsiapa menghilangkan satu kesusahan seorang muslim, maka Allah akan menghilangkan satu kesusahannya di hari kiamat. Dan barangsiapa menutup (aib) seorang Muslim, Allah akan menutup aibnya pada hari kiamat.” (HR Al-Bukhari).
Hadits tentang persaudaraan Muslim itu diriwayatkan Abdullah bin Umar. Jelas, bahwa seorang Muslim adalah saudara bagi muslim lainnya. Maka, mereka tidak boleh mendzalimi dan tidak membuat saudaranya sakit hati.
Hadits tersebut menjelaskan bahwa dua pria Muslim digambarkan sebagai saudara karena keduanya berbagi kualitas menjadi Muslim. Ini berlaku kepada semua Muslim.
Melalui hadits tersebut dikatakan sesama Muslim diperintahkan menahan diri dari penindasan, menganiaya, dan melukai Muslim lain. Sebagai saudara, Muslim justru harus saling mengingatkan dan menyelamatkan saudaranya dari marabahaya.
Imam At-Tabrani menambahkan, sesama saudara dilarang meninggalkan saudaranya ketika tertimba bencana. Ini sebagaimana disebutkan oleh Abu Hurairah, bahwa “Dia juga tidak boleh membencinya.”
Oleh karena itu, seseorang dapat disebut telah melakukan kejahatan meski hanya karena dia memandang rendah saudaranya sesama Muslim.
Di sisi lain, menurut Abu Hurairah, jika seorang muslim memenuhi kebutuhan saudaranya, Allah akan memenuhi kebutuhannya. Termasuk ketika muslim tersebut mendapatkan kesusahan, maka barangsiapa yang membantu meringankan kesedihan, kecemasan yang mungkin menimpa saudara Muslim itu, Allah juga akan meringankan kesedihannya.
Begitu juga ketika seseorang menutup aib saudaranya yang tidak bertentangan dengan hukum, maka Allah akan membantu menutup aibnya di hari kiamat. Akan tetapi, apabila aib tersebut adalah suatu perbuatan yang melanggar hukum, maka diizinkan baginya bersaksi kepada hakim dan menasihatinya. Apa yang dilakukannya ini tidak dianggap sebagai bentuk fitnah yang melanggar hukum, ini adalah saran wajib.
Hal ini dikuatkan oleh hadits yang diriwayatkan At-Tirmidzi bahwa Abu Hurairah berkata, “Allah akan menyaringnya di dunia dan di akhirat.”
Bullying merupakan perbuatan bejat dan tak bermoral. Sudah pasti Islam melarang perbuatan tersebut. Berikut ayat Al-Quran dan hadis yang menjelaskan larangan perundungan.
Al-Hujurat ayat 11
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا يَسْخَرْ قَومٌ مِّن قَوْمٍ عَسَى أَن يَكُونُوا خَيْراً مِّنْهُمْ وَلَا نِسَاء مِّن نِّسَاء عَسَى أَن يَكُنَّ خَيْراً مِّنْهُنَّ وَلَا تَلْمِزُوا أَنفُسَكُمْ وَلَا تَنَابَزُوا بِالْأَلْقَابِ بِئْسَ الاِسْمُ الْفُسُوقُ بَعْدَ الْإِيمَانِ وَمَن لَّمْ يَتُبْ فَأُوْلَئِكَ هُمُ الظَّالِمُونَ
“Hai orang-orang yang beriman, janganlah sekumpulan orang laki-laki mencela kumpulan yang lain, boleh jadi yang dicela itu lebih baik dari mereka. Dan jangan pula sekumpulan perempuan mencela kumpulan lainnya, boleh jadi yang dicela itu lebih baik. Dan janganlah suka mencela dirimu sendiri dan jangan memanggil dengan gelaran yang mengandung ejekan. Seburuk-buruk panggilan adalah (panggilan) yang buruk sesudah iman dan barangsiapa yang tidak bertaubat, maka mereka itulah orang-orang yang zalim”.
Al-Hujurat ayat 13
يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِنَّا خَلَقْنَاكُمْ مِنْ ذَكَرٍ وَأُنْثَى وَجَعَلْنَاكُمْ شُعُوبًا وَقَبَائِلَ لِتَعَارَفُوا إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِنْدَ اللَّهِ أَتْقَاكُمْ إِنَّ اللَّهَ عَلِيمٌ خَبِيرٌ
“Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling taqwa di antara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.”
وَإِنِ امْرُؤٌ شَتَمَكَ وَعَيَّرَكَ بِمَا يَعْلَمُ فِيكَ فَلاَ تُعَيِّرْهُ بِمَا تَعْلَمُ فِيهِ فَإِنَّمَا وَبَالُ ذَلِكَ عَلَيْهِ
“Jika ada seseorang yang menghinamu dan mempermalukanmu dengan sesuatu yang ia ketahui ada padamu, maka janganlah engkau membalasnya dengan sesuatu yang engkau ketahui ada padanya. Akibat buruk biarlah ia yang menanggungnya.” (HR. Abu Daud no. 4084 dan Tirmidzi no. 2722)
الْكِبْرُ بَطَرُ الْحَقِّ وَغَمْطُ النَّاسِ
“Sombong adalah sikap menolak kebenaran dan meremehkan manusia.” (HR. Muslim no. 91)
Hadits ini dorongan untuk kerja sama, persahabatan yang baik dan keramahan. Ini menyoroti fakta bahwa seseorang dihargai sesuai dengan tindakan ibadah yang dia tawarkan (yaitu seseorang menuai apa yang dia tabur)

0 komentar:
Posting Komentar