Bagi siswa yang melakukan studi tour ke Bali pasti tak asing lagi dengan karya ilmiah yang harus dikumpulkan setelah melakukan studi tour. Tak perlu bingung-bingung lagi. Kalian bisa copy paste karya dibawah ini dan mengeditnya sesuai keinginan kalian.
KARYA TULIS
MUSEUM PERJUANGAN RAKYAT BALI
(BRAJA SANDHI)
Disusun
Oleh :
Nama : Khavi Andrian Gianino
Kelas : 8B
NIS : 13957
SEKOLAH
MENENGAH PERTAMA NEGERI 2 KARTASURA
TAHUN
PELAJARAN 2022 /2023
PENGESAHAN
Karya
tulis ini telah diterima dan disetujui oleh pembimbing,
Pada
hari : Senin
Tanggal : 2 Januari 2023
Mengetahui,
Kepala
SMPN 2 Kartasura,
Pembimbing,
Drs. Sarno, M.Si Sri Sayekti, W, S.Pd.
NIP. 19641125 199512 1 003 NIP. 19650107 198703 2 009
MOTTO
1.
"Belajar dari kegagalan adalah hal yang bijak."
2.
"Berbuat baiklah tanpa perlu alasan."
3.
"Disiplin diri adalah sebenar-benarnya wujud kebebasan yang hakiki."
PERSEMBAHAN
Karya tulis
sederhana ini penulis persembahkan kepada :
1.
Ayah dan Ibuku
tercinta, yang telah menyanyangi, mendo’akan, dan mendukung keberhasilanku
2. Bapak Kepala
SMPN 2 Kartasura, yang telah memberikan kesempatan terlaksananya kegiatan
outing calass ini
3. Bapak/ Ibu guru
SMPN 2 Kartasura yang telah membantu dan
membimbing penulis menyelesaikan karya tulis ini
4.
Teman-teman,
yang telah memberikan semangat untuk menyelesaikan karya tulis ini
5.
Bagi para
pembaca, yang telah membaca karya tulis ini.
6.
Almamaterku,
SMPN 2 Kartasura.
KATA
PENGANTAR
Puji syukur Alhamdulillah ke hadirat
Allah S.W.T, yang telah melimpahkan rahmat dan hidayah-Nya, sehingga penulis
dapat menyelesaikan karya tulis ini dengan baik.
Karya tulis ini penulis susun untuk memenuhi tugas menyusun laporan pelaksanaan
pembelajaran di luar kelas.
Dalam
menyelesaikan karya tulis ini, penulis banyak mendapatkan bantuan dan bimbingan
dari berbagai pihak. Untuk itu pada kesempatan ini penulis mengucapkan terima
kasih kepada yang terhormat:
- Bapak Drs. Sarno, M.Si , selaku kepala SMPN 2
Kartasura, yang telah memberikan kesempatan penulis dalam menyusun karya tulis
ini
- Ibu Sri Sayekti,
W, S.Pd, yang dengan penuh kesabaran, telah mendampingi, membimbing dan
mengarahkan penulis dalam menyelesaikan karya tulis ini
- Pihak pengelola
museum yang telah memberi izin dan fasilitas yang diperlukan selama penulisan
karya tulis in
- Bapak/ Ibu Guru
SMPN 2 Kartasura yang telah memberikan penulis bekal ilmu pengetahuan.
- Semua pihak yang
tidak dapat penulis sebutkan satu per satu
Semoga
amal baik semua pihak yang membantu dalam karya tulis ini mendapat imbalan dari
Allah S.W.T. Penulis berharap semoga karya tulis ini bermanfaat bagi penulis
pada khususnya, dan bagi para pembaca pada umumnya.
Kartasura, Desember 2022
Penulis
DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL ........................................................................................ i
HALAMAN PENGESAHAN .......................................................................... ii
MOTTO ............................................................................................................. iii
HALAMAN PERSEMBAHAN ....................................................................... iv
KATA PENGANTAR ...................................................................................... v
DAFTAR ISI ..................................................................................................... vi
BAB I PENDAHULUAN ............................................................................ 1
A.
Latar Belakang Masalah ............................................................. 1
B.
Ruang Lingkup
Masalah ............................................................ 1
C.
Tujuan
Penyusunan Karya Tulis ................................................. 2
D.
Sistematika
Penulisan ................................................................. 2
BAB II ISI ...................................................................................................... 3
A.
Keadaan Umum
Pulau Bali......................................................... 3
B.
Museum Perjuangan
Rakyat Bali (Bajra Sandhi)........................ 6
BAB III PENUTUP ......................................................................................... 12
A. Kesimpulan ................................................................................. 12
B. Saran............................................................................................ 12
DAFTAR PUSTAKA ....................................................................................... 13
LAMPIRAN ...................................................................................................... 14
BAB I
PENDAHULUAN
A.
Latar
Belakang Masalah
Seiring dengan perkembangan dunia pariwisata di negara
kita terutama peninggalan-peninggalan sejarah yang tersebar dari Sabang sampai
Merauke menjadi salah satu alasan diadakan karya wisata. Karya wisata merupakan
suatu kegiatan rutin tahunan yang diselenggarakan oleh sekolah kami. Karya
wisata tahun ini mengambil objek-objek karya wisata di Pulau Bali karena di
sana banyak terdapat tempat-tempat wisata yang tersohor atau terkenal di Dunia.
Kaitanya dengan karya wisata, kami ditugasi untuk
membuat laporan dalam bentuk Karya Tulis mengenai salah satu objek-objek wisata
yang kami kunjungi di Pulau Bali. Setelah penulis mengumpulkan data dan bahan
tentang objek wisata di Pulau Bali, maka penulis memilih judul “Museum
Perjuangan Rakyat Bali (Braja Sandhi)”. Hal-hal yang mendorong penulis untuk
memilih judul ini adalah :
1. Penulis ingin mengajak pada para
pembaca untuk mengenal lebih dekat tentang Museum Perjuangan Rakyat Bali (Braja
Sandhi) di Pulau Bali
2. Penulis ingin mengetahui daya tarik
objek wisata di Pulau Bali sehingga banyak turis domestik dan turis mancanegara
berkunjung di tempat tersebut.
3. Penulis ingin mempelajari tentang
sejarah dan perjuangan di Bali dalam bentuk karya tulis. Karya Tulis tentang
“Museum Perjuangan Rakyat Bali (Braja Sandhi)”.
B.
Ruang
Lingkup Masalah
1.
Keadaan umum Pulau Bali.
2.
Museum
Perjuangan Rakyat Bali (Braja Sandhi).
C.
Tujuan
Penyusunan Karya Tulis
1.
Diharapkan siswa
dapat mengetahui keadaan di pulau Bali.
2.
Diharapkan siswa
dapat mengetahui Wujud Fisik, Dasar Falsafah, dan Diorama tentang Museum Perjuangan Rakyat Bali (Braja Sandhi)
D.
Sistematika
Penulisan
Sistematika penulisan karya tulis ini adalah sebagai berikut:
BAB I : PENDAHULUAN terdiri dari Latar Belakang,
Ruang Lingkup Masalah, Tujuan Penyusunan Karya Tulis, dan Sistematika
Penulisan.
BAB II : ISI terdiri dari Keadaan Umum Pulau Bali yang berisi keadaan alam, sistem religi dan
kepercayaan, Hari-hari besar agama Hindu, Macam-macam Pura, Keadaan Penduduk
Bali dan Potensi di Pulau Bali dan Museum
Perjuangan Rakyat Bali (Braja Sandhi) yang berisi latar belakang , wujud fisik, dasar falsafah, dan diorama.
BAB III : PENUTUP terdiri dari Kesimpulan dan
saran.
BAB II
ISI
A.
Keadaan Umum Pulau Bali
1. Keadaan Alam
Bali adalah salah satu
Pulau di Indonesia yang terkenal akan keindahan alamnya. Pulau Bali dijuluki
dengan sebutan “PULAU DEWATA” karena konon pada jaman dahulu Pulau Bali adalah
tempat tinggal para dewa. Pulau Bali terletak antara 7o LS – 8o
LS dan 114o BT – 155o BT, Pulau Bali berbatasan dengan :
a. Sebelah Utara : Laut Bali
b. Sebeleh Selatan : Samudra Hindia
c. Sebelah Timur : Selat Lombok
d. Sebelah Barat : Selat Bali
Di setiap rumah
penduduk Bali yang beragama Hindu, terdapat sanggah (pura kecil yang digunakan
untuk sembahyang). Mereka melakukan sembahyang dengan cara memberi sesaji agar
mereka diberi keselamatan oleh dewa. Karena keindahan alam, kebudayaan dan
keistimewaan hidup penduduknya, maka Bali menjadi daerah wisata yang terkenal
di dunia.
Mayoritas penduduk Bali
menganut agama Hindu, yang merupakan salah satu dari lima agama yang ada dan
diakui di Indonesia. Di Bali sistem pangairannya di sebut Subak. Sedangkan
sistem pertanian yang digunakan adalah sistem Terasering. Sejak dahulu Bali
mengenal istilah keluarga berencana yaitu dengan membetasi jumlah anak.
Tingkatan-tingkatan
anak di Bali adalah sebagai berikut :
a. Anak
pertama diberi gelar Ngurah Gae atau Wayan
b. Anak kedua
diberi gelar Made
c. Anak ketiga
diberi gelar Nyoman
d. Anak
keeempat diberi gelar Ketut
2. Sistem Religi dan Kepercayaan
Umat Hindu memiliki 5
upacara adat yang di sebut Panca Yatnya yang artinya 5 pengorbanan, yaitu :
a. Dewa Yatnya,
yaitu pengorbanan terhadap Tuhan Yang Maha Esa.
b. Putra
Yatnya, yaitu pengorbanan terhadap roh atau leluhur yang telah meninggal
c. Resi Yatnya,
yaitu pengorbanan terhadap para pendeta
d. Manusia
yatnya, yaitu pengorbanan yang dilakukan manusia agar hidupnya aman dan
sejahtera
e. Brita Yatnya,
yaitu upacara yang dilakukan untuk makhluk hidup dunia.
Upacara adat di Bali biasanya
bersifat ritual. Disamping upacara yang di sebut
diatas, ada juga upacara lain yang wajib yaitu:
a.
Mapendes, yaitu upacara potong gigi
yang di lakukan setiap remaja di Balai Adat
b. Meraja Swala, yaitu upacara yang
dilakukan oleh para gadis yang sedang mendapat menstruasi.
c. Ngaben, yaitu upacara pembakaran jenazah. Tujuan dari upacara tesebut yaitu
untuk memulangkan kembali roh sarta jasad manusia ke asalnya. Roh kembali
kepada Tuhan, sedangkan jasad kembali kepada lima unsur alam yaitu tanah, air,
angina, api dan angkasa.
3. Hari-hari Besar Agama Hindu
a.
Hari Raya Nyepi
Hari raya ini
dirayakan untuk menyambut Tahun Baru Saka. Pada hari ini masyarakat tidak
melakukan aktivitas mulai dari memasak, bekerja, keluar rumah, bahkan
menyalakan lampu. Suasana pada Hari raya Nyepi itu benar-benar sepi dan hening,
sebab masyarakat Bali berdo’a dan beribadah sepanjang hari. Tetapi bagi yang
memiliki anak kecil, boleh menyalakan lampu tapi harus minta ijin dulu kepada
ketua adat atau harus diketahui oleh para tetangga.
b.
Hari Raya Galungan
Hari raya ini diperingati untuk merayakan kemenangan
Dharma melawan Adharma atau kebaikan melawan keburukan dalam kehidupan di
dunia. Hari raya ini dilakukan untuk memuja terhadap alam semesta ciptaan
Tuhan.
c.
Hari Raya Kuningan
Hari raya ini di peringati utnuk pemujaan terhadap
alam semesta ciptaan Tuhan.
4. Macam-macam Pura
Pura dapat di bedakan menjadi 2 macam yaitu :
a.
Klasifikasi Pura menurut pemakainya
:
1)
Pura keluarga digunakan untuk 1
keluarga
2)
Pura Besakih digunakan untuk semua
penduduk yang berdomisili di Pulau Bali.
b.
Klasifikasi pura menurut Fungsi :
1)
Pura Segara sebagai tempat untuk
menyembah Dewa Wisnu
2)
Pura Desa sebagai tempat untuk
menyembah Dewa Brahma
3)
Pura Pualam sebagai tempat untuk
menyembah Dewa Syiwa
5. Keadaan Penduduk Bali
Masyarakat
hukum dari Bali yang terkenal adalah Banjar, yang dipimpin oleh Klian Banjar.
Klian Banjar bertugas menyelesaikan persoalan-persoalan adat dan berwenang
mengurusi masalah pertanian dan irigasi. Sistem pengairan di Pulau Bali disebut
Subak yang dipimpin oleh Klian Subak.
Disamping
Banjar dan Subak, juga dikenal organisasi yang disebut Seka. Seka adalah
perkumpulan yang bergerak di bidang tertentu, misalnya Seka Taruna (perkumpulan
pemuda), Seka Dara (perkumpulan gadis) dan masih banyak lagi. Tiap Banjar
memiliki pura sendiri yang disebut Pura Desa, yakni tempat untuk memuja Dewa.
6. Potensi Pariwisata di Bali
Pulau Bali
sangat menarik perhatian para wisatawan baik domestik maupun mancanegara. Hal
itu tidak lain karena Pulau Bali memiliki keindahan yang masih alami. Selian
itu karena tingginya nilai – nilai budaya di Pulau Bali yang terlihat dengan
jelas dalam bidang seni ukir, seni tari dan masih banyak lagi.
Jadi jelas
bahwa Pulau Bali memiliki potensi pariwisata yang tinggi sehingga tidak
mengherankan kalau Pulau Bali sangat terkenal di berbagai belahan dunia. Bali
yang sejak dahulu dikenal sebagai daerah wisata merupakan kenyataan yang telah
diterima dihati setiap orang yang pernah datang di Pulau tersebut. Pada umumnya
hal inilah yang menarik para wisatawan untuk datang ke Pulau Bali.
B. Museum Perjuangan Rakyat Bali (Braja Sandhi)
1.
Latar
Belakang
Monumen adalah suatu bangunan dan
tempat yang mempunyai nilai sejarah yang penting, oleh karena itu dipelihara
dan lindungi oleh Negara. Dari sebuah monumen, diharapkan akan ada suatu
pewarisan sistem, nilai, maupun hasil-hasil budaya fisik terbaik, terluhur,
bahkan teragung kepada genersi penerusnya di abad-abad jauh kemudian.
Bali sebagai salah satu bagian
Indonesia, ikut memberikan andil dalam perjuangan merebut dan mempertahankan
kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Dari perjuangan ini dapat dipetik beberapa nilai yang terkandung di
dalamnya, seperti jiwa Patriotisme, semangat persatuan dan cinta tanah air.
Nilai-nilai ini dapat diwariskan kepada generasi penerus, dapat diteladani
sehingga dapat memperkuat kepribadian bangsa.Dengan kepribadian yang tangguh
diharapkan dapat menanggulangi pengaruh negatif kebudayaan asing terhadap
kebudayaan Bali.
Untuk melestarikan dan meningkatkan
kesadaran masyarakat terhadap warisan budaya berupa nilai-nilai kepahlawnan,
jiwa patriotisme, jiwa kesatuan dan persatuan, cinta tanah air serta cinta
perdamaian yang diharapkan untuk dapat diwariskan kepada generasi muda penerus
bangsa, maka dipandang perlu membangun Monumen Perjuangan Rakyat Bali.
Disamping untuk menghormati para
pahlawan yang telah berkorban jiwa dan raga membentuk Negara ini, juga dapat
dijadikan salah satu obyek wisata Kota Denpasar.
Adegan sejarah yang disuguhkan dalam
Diorama di lantai tengah dapat mendidik generasi sekarang dan generasi yang
akan datang mengenai arti kebesaran perjuangan, kepribadian, kebudayaan dan
martabat bangsa.
2.
Wujud Fisik
Monumen Perjuangan Rakyat Bali
dibangun di areal Niti Mandala Denpasar, tepatnya di jalan raya Puputan di
tengah Lapangan Puputan Margarana.
Secara tata denah Monumen berbentuk
segi empat bujur sangkar simetris, menerapkan konsep Tri Mandala yaitu :
a. Gedung/pelataran
paling tengah adalah Utama Mandala (Jeroan)
b. Pelataran yang mengitari Utama Mandala adalah Madya Mandala (Jaba Tengah)
c. Pelataran terluar yang mengitari Madya Mandala adalah Nista Mandala
(Jaba Sisi)
Gedung Monumen yang berdiri pada
Utama Mandala tersusun tiga lantai,yaitu :
a.
Lantai bawah (Nistaning Utama Mandala) terdiri dari beberpa ruang :
1. Ruang
Informasi
2. Ruang
Teknis,Ruang Pimpinan
3. Ruang
Pameran
4. Ruang
Perpustakaan
5. Ruang
Souvenir
6. Ruang
Rapat
7. Toilet
b.
Lantai Tengah (Madianing Utama Mandala) :
Ruang Diorama,
tempat dipajangkan diorama Perjuangan Rakyat Bali dari masa ke masa Lantai Atas
(Utamaning Utama Mandala) merupakan Ruang Peninjauan : Tempat merenung
sambil menikmati suasana keindahan di kejauhan sekeliling Monumen.
Di tengah –
tengah ruang lantai bawah, terdapat telaga yang dinamai Puser Tasik, delapan
Tiang Agung dan jalan tangga naik merupakan “Tapak Dara”.
Seluruh areal didukung dengan pertanaman. Pohon – pohon yang ditanam diupayakan terdiri dari tanaman tradisional
Bali, terutama tanaman langka, tanaman obat dan Upakara.
3.
Dasar Falsafah
Wujud Monumen
yang menjulang tinggi ke angkasa dengan pelataran yang luas mencerminkan sifat
monumental dan anggun berwibawa. Secara filosofis wujud ini melambangkan Lingga
– Yoni. Monumennya sendiri sebagai lambang Lingga dan dasar dari bangunan
sebagai Yoni. Lingga – Yoni adalah lambang Dewa Siwa dalam aspeknya memberikan kejayaan
dan kesuburan.
Kepahlawanan tercermin dari
penerapan cerita Pemutaran Mandhara Giri pada bentuk bangunan dan ornament
pendukungnya. Diceritakan bahwa para Dewa dan Daitya dengan semangat tinggi dan
tak mengenal lelah memutar Gunung Mandhara di Kesirarnawa (Laut Susu dengan
tujuan untuk mendapatkan Amertha Air Kehidupan Abadi). Cerita ini bersumber dari kitab Adi Parwa yaitu parwa pertama dari epos
besar Mahabharata. Cerita tersebut mengandung suatu makna perjuangan, dimana
untuk mencapai suatu hasil harus melalui kerja keras, tekun dan ulet. Bentuk
segi delapan dan teratai berdaun delapan yang disebut Astadala melambangkan
kemahakuasaan Tuhan Yang Maha Esa.
Anak tangga
Kori Agung pada pelataran tengah berjumlah 17 buah, Tiang Agung yang terdapat
pada kolam di tengah – tengah banguan inti berjumlah delapan buah, dan tinggi
bangunan monumen dari dasar sampai puncak adalah 45 m. Bila angka – angka
tersebut dirangkai akan tersusun 17 – 8 – 45 yang menunjukkan hari Proklamasi
Kemerdekaan Republik Indonesia, yakni 17 Agustus 1945.
4.
Diorama
Diorama adalah
pemandangan yang menampilkan atau menyajikan tiruan lingkuungan dan
penyajiannya disajikan persis seperti aslinya. Sehingga orang yang melihatnya
seakan-akan mengetahui atau menyaksikan kejadian yang sesungguhnya.
Seperti telah
diuraikan di depan bahwa pada lantai tengah terpajang 33 unit diorama yang
merupakan intisari Monumen Perjuangan Rakyat Bali yang menggambarkan babakan
sejarah Bali, yaitu dari Bali pada masa prasejarah, Bali pada masa Bali kuno,
dan Bali pada masa pergulatan fisik serta mengisi kemerdekaan.
Urutan
kronologis sejarah, dimulai dari arah mata angin selatan, memutar ke kanan
mengikuti arah jarum jam. Leretan putaran luar mulai dari unit 1 sampai 20;
kemudian leretan putaran tengah mulai unit 21 sampi dengan 33.
Penjelasan singkat mengenai
peristiwa, tokoh, waktu dan tempat kejadian tertulis pada masing – masing unit
Diorama. Berikut penjelasan dari masing-masing diorama:
a.
RSI Markandeya, Abad 8 M
RSI Markandeya sedang menyerahkan “Panca Datu” kepada
pengirimnya dan tampak beberapa lembu putih.
b.
SRI Kesari Warmadewa
SRI Kesari Warmadewa sedang menyaksikan pembuatan Tugu
Kemenangan “Jayastamba” di Blanjong, Desa Sanur.
c.
Gunapriyadharmapatni dan suaminya Dharmo Dayana Warma Dewa, 989-1011 M.
Gunapriyadharmapatni bersama suaminya Dharmo Dayana Warma Dewa sedang dihadap
pembesar kerajaan di Balairung.
d.
Konsep Kahyangan Tiga dari Empu Kuturan Abad 11
Tampak Bule Agung, Meru dan Mraja Pati sebagai simbol dari Pura Desa, Pura
Paseh dan Pura Dalem.
e.
Kehidupan Banjar Abad 11 M
Suasana pertemuan di Bale Banjar yang di
pimpin oleh Klian Banjar yang dihadiri oleh para prajurit (pengurus) banjar dan
Karma (anggota) Banjar.
f.
Sistem Subak, Abad 11 M
Pembagian air dalam sistem irigasi tradisional yang di pimpin oleh Klian
Subak beserta pengurusnya.
g.
Sri Asta Sura Ratna Bumi Banten Tahun 1338 M
Sri Asta Sura Ratna Bumi Banten sedang dihadap oleh Patih Gajah Mada.Tampak
Kebo Iwa seddang memimpin pembangunan Bak Agung.
h.
Pengobatan Srri Krisna Kepakisan 1347-1350
M
Patih Gajah Mada mempersembahkan keris Ki Durga Dungkul kehadapan Sri Krisna Kepakisan
sebagai Adipati di Bali atas restu Raja Majapahit.
i.
Pembangunan Pura Dasar Gelgel, Abad ke-14
Untuk mempersatukan semua lapisan masyarakat di Bali. Dalam Ketut Ngelusir memerintahkan untuk membangun Pura Dasar
Gelgel.
j.
Dalem Waturenggong, 1460-1550
Dalam pemerintahan Dalem Waturenggong kesastraan mengalami kejayaan.Tampak raja
beserta pejabat tinggi kerajaan sedang memnyaksikan pembacaan lontar dan atraksi
kesenian.
k.
Masa Kejayaan Kerajaan-kerajaan Di
Bali, periode Abad ke 17-19
Peninggalan masa kerajaan antara lain:
Kertagosa di Klungkung, TamanSukasada di Ujung Karangasem dan Abararaja sebagai lambing kerajaan Buleleng.
l.
Patih Jelantik Merobek Surat Gubernur
Jendral 1846
Patih I Gusti Ketut Jelantik dari kerajaan Buleleng
sedang mrobek surat Gubernur Jendral dengan keris di depan Raja Klungkung dan
utusan Belanda.
m. Perang Jagaraga 1848-1849
Perlawanan rakyat Bali di bawah pimpinan Patih Jelantik melawan tentara
Belanda di depan benteng Jagaraga.
n.
Perang Kusumba 1849
Laskar Kusumba di bawah pimpinan I Dewa Agung Putra
Kusumba menyerang kubu pertahanan Belanda yang dipimpin oleh Jendral
Michiels.Dalam perang tersebut Jendral Michiels terbunuh.
5.
Jam Buka dan
Tiket Masuk
Monument Perjuangan Rakyat Bali, dibuka untuk umum
setiap hari, kecuali hari – hari besar/libur resmi :
- Senin –
Jum’at
: 08.30 – 17.00 Wita
- Sabtu dan Minggu
: 08.30 – 17.00 Wita
Tiket Masuk :
- Dewasa
: Rp. 2000 / orang
- Anak –
anak
: Rp. 1000 /
orang
Rombongan (lokal) :
-
Dewasa
: Rp. 1000 /
orang
-
Anak – anak
: Rp. 500 / orang
BAB III PENUTUP
A.
Kesimpulan
Setelah melakukan
penulisan ini penulis dapat menarik simpulan. Ternyata objek-objek wisata di
Pulau Bali selalu padat dikunjungi oleh pengunjung baik dari domestik maupun
pengunjung dari mancanegara.
Dari penyusunan
karya tulis ini penulis bisa menarik kesimpulan :
1. Mayoritas penduduk
Bali memeluk agama Hindu. Hal ini terkait dengan banyaknya pura yang dibangun
di setiap banjar atau desa maupun di setiap rumah.
2. Museum Braja Sandhi
masih banyak menyimpan Diorama sejarah pulau Bali. Ini merupakan salah satu
daya tarik Museum Braja Sandhi disamping keindahan alam di sekitarnya.
3. Dengan kebudayaan
sendiri yang asli dan panorama alam yang alami, maka Pulau Bali berhasil
menjadi objek wisata yang terkenal di seluruh dunia.
B.
Saran
Dari hasil penyususnan karya tulis ini maka penulis bisa
memberikan saran – saran sebagai berikut:
1. Kebudayaan merupakan
warisan nenek moyang dan warisan kita bersama maka dari itu harus kita jaga dan
lestarikan bersama.
2. Mengembangkan dan
meningkatkan usaha pemerintah dalam melestarikan serta menjaga kebudayaan
Indonesia.
3. Segala fasilitas,
sarana dan prasarana serta pelayanan terhadap pengunjung di Museum Braja Sandhi
lebih bisa ditingkatkan
DAFTAR PUSTAKA
Drejen, dkk.1980.
Geografi Indonesia. I dan II. Jakarta: Kinta Jakarta.
Koentjoronigrat.
1976. Manusiadan Kebudayaan di Indonesia. Jakarta: Jembatan
Kuswato, dkk.1973. Geografi Kependudukan.
Solo.
”............2008.
Bali UPTD Monumen Perjuangan Rakyat Bali
”............2009.
Buku Pedoman Penyusunan Karya Tulis untuk SMA. Boyolali
http:
//www.e-banjar.com
http:
//www.bali.co.id
http://www.lintasberita.com/kirimmedia/url:http://oi.blogspot.com/2007/09/prg
LAMPIRAN FOTO